Kraken Bogor: Dari Hellprint ke Album Kaliyuga

Featured Artist

Kraken Bogor: Dari Hellprint ke Album Kaliyuga

Unit extreme metal Bogor sejak 06-06-2016: filosofi monster Skandinavia, audisi iseng Hellprint 2017, album Circle Of Life, single Kalam Menikam, dan era Kaliyuga dengan lirik kritik sosial.

About

Di antara gelombang band extreme metal independen yang tumbuh subur di Jawa Barat, Kraken menempati posisi yang cukup khas. Unit asal Bogor ini tidak sekadar mengejar kekerasan sonik demi estetika panggung, melainkan memakai distorsi gitar yang berat, ketukan drum cepat, dan vokal cadas sebagai saluran energi, kemarahan, serta kritik sosial yang sulit diungkapkan lewat percakapan biasa. Nama mereka diambil dari monster laut legendaris dalam mitologi rakyat Skandinavia, simbol kekuatan kolektif yang lahir dari persatuan para personil, bukan dominasi satu tokoh di atas panggung.

Band ini resmi terbentuk pada 6 Juni 2016, tanggal yang mereka kenang sebagai titik awal perjalanan panjang dari kamar latihan di Bogor menuju panggung festival metal nasional. Sepuluh tahun kemudian, Kraken masih dianggap salah satu unit extreme metal paling potensial dari skena underground kota hujan itu, dengan jejak rekaman yang konsisten dan reputasi live yang agresif. Artikel ini membedah siapa Kraken, bagaimana mereka lahir, siapa yang membentuk sound mereka, serta bagaimana diskografi dari kompilasi Hellprint hingga album Kaliyuga merekam evolusi musik dan pandangan dunia mereka.

Asal Usul dan Filosofi Nama

Kraken bukan proyek yang muncul begitu saja dari impian remaja yang ingin tampil di panggung. Menurut berbagai wawancara dan liputan media independen, ide pembentukan band ini digagas oleh Hilman (bass) dan Dhany (gitar). Keduanya merasa perlu wadah untuk mengekspresikan kegelisahan terhadap realita sosial, tekanan pekerjaan harian di luar musik, serta emosi mentah yang tidak muat dalam rutinitas biasa. Musik cadas Kraken, bagi para personilnya sendiri, berfungsi sebagai katarsis: tempat melepas stres sekaligus menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan yang mereka rasakan di sekitar hidup sehari-hari.

Makna nama Kraken sengaja dipilih agar mencerminkan filosofi internal band. Dalam cerita rakyat Skandinavia, Kraken adalah makhluk laut raksasa yang bangkit dari kedalaman dan menghancurkan apa pun di jalannya. Metafora itu dipetakan ke dinamika kolektif: lima personil yang saling menguatkan, bukan satu frontman yang menelan seluruh panggung. Filosofi kebersamaan ini terus mereka jaga, meski di atas panggung Borie sebagai vokalis kerap menjadi wajah paling menonjol karena karakter growl dan scream yang ikonik.

Tanggal 06-06-2016 kemudian menjadi penanda identitas. Bukan hanya hari berdirinya band, tetapi juga hari yang mereka pilih untuk merilis album studio perdana Circle Of Life tiga tahun kemudian, pada 6 Juni 2019. Pola simbolis semacam itu menunjukkan betapa mereka memperlakukan perjalanan musik sebagai siklus hidup kolektif, bukan sekadar proyek sampingan yang bisa ditinggalkan kapan saja.

Foto promosi Kraken dengan judul Karma

Visual promosi mereka kerap memadukan tipografi metal yang tegas dengan foto grup berlatar gelap, mencerminkan karakter musik yang keras namun disusun dengan penuh perhitungan. Gambar di atas menampilkan formasi lengkap Kraken dalam nuansa hitam dominan, nuansa yang konsisten dengan identitas visual mereka di media sosial dan materi rilis digital.

Formasi dan Peran Personil

Formasi Kraken yang dikenal publik saat menggarap karya rekaman terdiri dari lima orang: Borie (vokal), Dhany (gitar), Willy (gitar), Hilman (bass), dan Fahmi (drum). Susunan kuintet ini memberi ruang bagi lapisan gitar ganda yang menjadi ciri genre metalcore dan deathcore modern, sementara bagian ritme dipercayakan pada pasangan bass-drum yang harus menahan tempo cepat sekaligus presisi breakdown.

Jika ditilik dari sudut kepemimpinan band independen, Kraken tidak menganut model satu dictator. Namun ada tiga sosok yang kerap disebut sebagai motor penggerak. Hilman dan Dhany berperan sebagai konseptor di balik layar: mereka yang pertama kali merasa urgensi membentuk band dan mengajak personil lain. Borie, di sisi lain, adalah wajah paling agresif di atas panggung. Sebagai vokalis, ia bertanggung jawab penuh atas karakter suara growl dan scream yang menjadi sidik jari Kraken. Interaksinya dengan penonton, termasuk memicu moshpit atau wall of death, membuatnya menjadi figur paling mudah diingat para metalhead yang pernah menyaksikan mereka live.

Willy dan Fahmi melengkapi mesin musik. Departemen gitar ganda Kraken tidak hanya mengejar kecepatan picking, tetapi juga membangun tekanan harmonik yang membuat transisi dari verse ke chorus terasa seperti ledakan terkontrol. Fahmi di belakang drum kit menopang seluruh struktur tempo, dari blast beat hingga pola half-time yang memberi napas sebelum breakdown berikutnya menghantam. Hilman di bass menjembatani dunia gitar dan drum, sering menjadi penentu groove yang membuat lagu-lagu seperti "Lawan" terasa lebih menghentak di telinga.

Perlu dicatat bahwa dalam perjalanan panjang band independen, rotasi personil di departemen gitar pernah terjadi di beberapa fase, dengan nama seperti Arie atau Firdi pernah disebut dalam konteks lineup alternatif. Namun inti identitas Kraken tetap pada formasi yang menggarap Circle Of Life dan melanjutkan ke era Kaliyuga, dengan Borie, Hilman, dan Dhany sebagai benang merah konseptual.

Awal Karier: Dari Kamar Latihan ke Hellprint

Cerita awal Kraken penuh dengan elemen perjuangan khas skena underground. Setelah terbentuk pada 2016, mereka menghabiskan bulan-bulan pertama untuk mengasah materi di kamar latihan, sementara masing-masing personil masih menjalani kesibukan di band lain maupun pekerjaan di luar musik. Musik bukanlah profesi utama mereka pada saat itu, melainkan ruang pelampiasan yang justru membuat energi di panggung terasa jujur.

Titik balik datang pada Maret 2017. Saat materi mereka masih relatif segar, Kraken nekat mendaftar audisi untuk kompilasi festival metal terbesar di Jawa Barat, Hellprint United Day V. Menariknya, langkah ini awalnya dipandang sebagai uji nyali semata, hampir seperti lelucon internal: mereka iseng ikut audisi sambil masih sibuk dengan proyek band masing-masing. Tidak ada ekspektasi besar bahwa band muda dari Bogor akan lolos kurasi yang dipenuhi dedengkot metal Indonesia.

Proses audisi Hellprint saat itu dilakukan lewat rangkaian penampilan live dari kota ke kota. Ratusan band bawah tanah disaring oleh tim kurator yang diisi musisi senior, termasuk figur seperti Abah Andris dari Burgerkill. Kraken mendaftar sebagai perwakilan lokal area Bogor. Di panggung audisi, mereka membawakan materi dengan energi yang jauh melampaui ekspektasi: agresif, presisi, dan mampu membangun interaksi dengan penonton meski venue masih kecil.

Lagu "Lawan" menjadi andalan mereka dalam momen ini. Para personil sendiri mengakui bahwa trek ini adalah favorit internal band, dirancang untuk memicu adrenalin murni penonton. Aransemennya yang menekankan groove dan breakdown singkat justru menjadi jimat yang membantu Kraken menonjol di antara puluhan band peserta audisi. Hasilnya, mereka dinyatakan lolos resmi dan berhak tampil di panggung utama Hellprint United Day V di Yon Zipur 9, Ujungberung, Bandung, pada 5 Maret 2017.

Keberhasilan itu membuka gerbang nasional. Lagu perdana Kraken dimasukkan ke album kompilasi fisik Hellprint Monster Tour (2016), proyek rekaman pertama mereka yang didistribusikan secara nasional. Nama Kraken mulai diperhitungkan di luar lingkup Bogor. Bagi skena lokal, kehadiran mereka di kompilasi festival legendaris Jawa Barat adalah bukti bahwa band dari kota hujan tidak selalu harus pindah ke Bandung atau Jakarta untuk diperdengarkan.

Konsolidasi Panggung dan Proses Album Pertama

Setelah jejak Hellprint, Kraken tidak langsung masuk studio untuk album penuh. Mereka menghabiskan dua tahun pertama untuk menjajah panggung komunitas: Planetrock, Jakcloth, gigs kolektif intim di sekitar Jawa Barat, dan berbagai acara underground lain. Setiap penampilan adalah laboratorium: mereka menguji reaksi penonton terhadap riff baru, memperbaiki transisi live, dan membangun basis fans yang loyal meski belum punya album studio mandiri.

Pada pertengahan 2018, merasa materi sudah matang secara konsep, Kraken mengunci diri di Gubuckgore Records selama hampir satu tahun. Proses rekaman dilakukan secara cicil, instrumen demi instrumen, gaya kerja yang umum di band independen tanpa dukungan label besar. Ridho dari band Infitar/Kill Athena turut membantu sebagai penata suara pada tahap mixing, memberi sentuhan produksi yang cukup untuk menyeimbangkan agresivitas instrumen tanpa menghilangkan karakter kasar yang mereka inginkan.

Mentalitas gerilya dari masa audisi kecil inilah yang membentuk ketangguhan Kraken. Mereka terbiasa bekerja dengan sumber daya terbatas, jadwal latihan yang harus berbagi waktu dengan pekerjaan, dan ekspektasi rendah dari luar yang justru membebaskan mereka bereksperimen tanpa tekanan komersial berlebihan. Dukungan ekosistem independen lokal juga berperan, termasuk program seperti DCDC Shout Out Bogor yang membantu menyebarkan nama mereka ke pendengar di luar lingkaran komunitas langsung.

Proses panjang itu berbuah pada 6 Juni 2019, hari ulang tahun band yang ke-3, ketika album studio penuh pertama Circle Of Life resmi dirilis secara mandiri. Sembilan trek lagu memenuhi durasi sekitar 35 menit, membawa nama Kraken ke platform digital dan fisik dengan identitas yang lebih utuh daripada sekadar lagu di kompilasi festival.

Diskografi: Circle Of Life hingga Kaliyuga

Diskografi Kraken bisa dibaca sebagai peta evolusi sound dan kedewasaan lirik mereka. Setiap rilis bukan sekadar kumpulan lagu, tetapi laporan emosional dan sosial dari lima orang yang hidup di tengah kota yang sama, menghadapi tekanan yang sama, dan memilih musik keras sebagai bahasa.

Hellprint Monster Tour (2016)
Meski lebih dikenal sebagai gerbang awal, kompilasi ini penting secara historis. Kraken belum punya identitas album penuh, tetapi sudah cukup percaya diri untuk masuk ke proyek rekaman fisik festival musik cadas terbesar Jawa Barat. Keikutsertaan di Hellprint memposisikan mereka sebagai bagian dari generasi band Bogor yang berani bersanding dengan nama-nama mapan skena Barat.

Circle Of Life (2019)
Album studio perdana ini menjadi fondasi katalog Kraken. Sembilan lagu mengeksplorasi tema kemarahan, perlawanan, dan kritik sosial dengan variasi tempo yang khas metalcore-deathcore. Trek seperti "Kambing Hitam" membawa metafora sosial tentang pihak yang disalahkan tanpa bukti. "Lawan" tetap menjadi lagu identitas, sering dibuka di setlist live karena kemampuannya membangkitkan energi penonton. "Hari Pembalasan" menarik perhatian karena mengambil inspirasi dari konsep religius Islam, yaitu Yaumul Jaza atau hari pembalasan amal perbuatan di akhirat, bukti bahwa lirik Kraken tidak selalu sekadar amukan tanpa arah.

Album ini juga tersedia di platform streaming dan Bandcamp Kraken Metal, memberi akses bagi pendengar internasional yang ingin mendukung rilis independen secara langsung. Di Spotify, album Circle Of Life tetap menjadi pintu masuk paling mudah bagi pendengar baru yang ingin mengenal warna musik mereka.

Visual Kraken dalam nuansa promosi Sage

Setelah Circle Of Life, Kraken memasuki fase yang bisa disebut hibernasi kreatif panjang. Jeda lima tahun antara album pertama (2019) dan album kedua (2026) bukan berarti band mati suri. Waktu itu digunakan untuk meracik konsep aransemen yang lebih matang, lebih agresif, dan lebih selaras dengan realita dunia yang mereka kritik. Di era ini, para personil tetap aktif di media sosial, membagikan cuplikan latihan, teaser materi baru, dan dokumentasi penampilan live yang mempertahankan relevansi nama Kraken di kalangan fans.

Kalam Menikam (single, 2026)
Sebelum album kedua, Kraken meluncurkan single "Kalam Menikam" pada Februari 2026 sebagai pemanasan. Trek ini memperkenalkan warna musik baru yang lebih tajam dibanding era Circle Of Life, seolah mengumumkan bahwa monster dari Bogor kembali dengan gigitan yang lebih dalam.

Kaliyuga (2026)
Album studio kedua Kaliyuga resmi dilepas ke publik pada Maret 2026. Judul album merujuk pada konsep zaman kegelapan atau kehancuran dalam tradisi Hindu, dipetakan Kraken sebagai metafora kritik keras atas kekacauan realita zaman sekarang. Dari segi musik, Kaliyuga menandai babak baru: aransemen lebih kompleks, produksi lebih padat, dan intensitas vokal yang semakin ekstrem. Single "Paradigma" dan materi lain dari era ini menunjukkan bahwa Kraken tidak puas hanya diulang sebagai band kompilasi festival, melainkan ingin ditempatkan sebagai penulis album konseptual yang relevan dengan pergulatan sosial kontemporer.

Karakter Musik dan Identitas Sonik

Secara genre, Kraken menggabungkan elemen metalcore, deathcore, hingga groove metal. Label ini bukan sekadar tag marketing, tetapi mencerminkan cara mereka membangun lagu: verse dengan riff palm-mute cepat, pre-chorus yang menaikkan tensi, chorus atau breakdown yang menghantam seperti ombak, lalu kembali ke pola serangan bertingkat.

Vokal Borie berperan sebagai instrumen kedua setelah gitar. Growl dalam register rendah dan scream di register tinggi saling bergantian, menciptakan dinamika yang mencegah lagu terdengar monoton meski tempo tetap agresif. Lirik mereka umumnya berbahasa Indonesia, dengan tema perlawanan, kemarahan terhadap ketidakadilan, kritik sosial, dan sesekali sentuhan filosofis atau religius seperti pada "Hari Pembalasan".

Di belakang vokal, gitar ganda Kraken sering memainkan pola harmonis yang saling berlapis. Dhany dan Willy tidak selalu bermain riff identik; sering kali satu gitar menahan groove sementara gitar lain memainkan lead singkat atau tekstur disonansi yang menambah rasa gelisah. Bagian drum Fahmi menjadi jantung tempo: blast beat untuk mempertahankan intensitas, fill singkat sebelum breakdown, dan pola half-time yang memberi ruang bagi penonton untuk bersiap menghantam barrier.

Kraken juga dikenal karena kemampuan mereka menerjemahkan energi studio ke panggung live. Mereka tidak sekadar memainkan lagu, tetapi membangun ritual kolektif dengan penonton. Wall of death, moshpit massal, dan ajakan interaktif dari Borie adalah bagian dari pertunjukan yang sudah diharapkan fans. Karakter panggung ini yang membuat mereka sering dipanggil di festival musik cadas nasional, dari Hellprint dan Jakcloth hingga Planetrock dan berbagai gigs kolektif skena Bogor-Jakarta.

Skena Bogor dan Komunitas Metal

Bogor punya sejarah panjang sebagai kota penghasil band keras, dari berbagai era metal hingga hardcore modern. Kraken tumbuh di tengah ekosistem itu: venue kecil, promotor independen, komunitas yang saling mengenal, dan jaringan band yang sering berbagi panggung. Mereka tidak terisolasi sebagai fenomena tunggal, melainkan bagian dari gelombang band Bogor yang ikut memperkuat citra kota hujan sebagai salah satu pusat skena underground Jawa Barat.

Hubungan Kraken dengan komunitas lokal terlihat dari konsistensi penampilan di gigs regional dan dukungan silang antarband. Program promosi independen seperti DCDC Shout Out Bogor turut membantu menyebarkan nama mereka ke pendengar yang mungkin tidak rutin hadir di venue metal kecil. Bagi fans Bogor, Kraken sering dianggap band yang mewakili kemarahan generasi muda kota: pekerja kantoran, mahasiswa, dan musisi sampingan yang menemukan identitas kolektif lewat musik keras.

Di level nasional, jejak Hellprint memberi Kraken legitimasi untuk tampil di panggung yang lebih besar tanpa harus kehilangan akar underground. Mereka bisa bermain di festival dengan ribuan penonton, tetapi tetap kembali ke gigs intim di Bogor untuk menguji materi baru dan menjaga hubungan dengan fans paling dekat. Siklus ini umum di band independen Indonesia yang sukses, dan Kraken menjalankannya dengan cukup disiplin selama hampir satu dekade.

Aksi Panggung dan Jejak Festival

Reputasi Kraken di panggung live tidak lepas dari konsistensi energi dan presisi musikal. Mereka dikenal sebagai band yang membuka set dengan intensitas penuh, bukan perlahan membangun atmosfer. Strategi ini cocok untuk festival dengan banyak lineup, di mana band pembuka harus segera menarik perhatian penonton yang mungkin baru datang.

Selama perjalanan karier, mereka telah tampil di berbagai festival dan gigs nasional. Hellprint menjadi fondasi reputasi, sementara penampilan di Jakcloth, Planetrock, dan berbagai acara kolektif metal lain memperluas jangkauan fans di luar Bogor. Dokumentasi penampilan live mereka banyak diunggah di kanal YouTube resmi Kraken Official, menjadi arsip visual bagi pendengar yang ingin merasakan atmosfer konser tanpa hadir langsung.

Kraken dalam konteks penampilan live skena Bogor

Foto di atas menangkap energi visual Kraken dalam konteks penampilan live, nuansa yang selaras dengan karakter agresif mereka di atas panggung. Bagi pendengar baru, menonton cuplikan live sebelum mendengarkan album penuh sering kali memberi gambaran lebih jujur tentang apa yang ditawarkan band ini: bukan hanya kekerasan sonik, tetapi juga chemistry kelima personil yang bergerak sebagai satu unit.

Media Sosial dan Karya Digital

Kraken memelihara kehadiran digital yang aktif, terutama lewat Instagram @krakenofficial.band. Akun ini menjadi pusat update visual: teaser lagu baru, cuplikan latihan, dokumentasi panggung, hingga pengumuman rilis. Bagi fans yang ingin mengikuti perjalanan band secara real time, Instagram adalah kanal paling responsif dibanding platform lain.

YouTube menjadi arsip pertunjukan live dan klip musik. Kanal Kraken Official menyimpan rekaman penampilan di berbagai venue dan festival, berguna bagi pendengar internasional maupun lokal yang ingin menilai kualitas live sebelum mendukung merch atau rilis fisik. Bandcamp tetap menjadi opsi bagi mereka yang ingin membeli album secara langsung dan mendukung band independen tanpa perantara label besar.

Di Spotify, katalog Kraken terus berkembang seiring rilis Kaliyuga dan single-single pendukung. Album Circle Of Life tetap menjadi pintu masuk klasik, sementara materi terbaru menarik pendengar yang mencari evolusi sound lebih agresif. Kombinasi Bandcamp, Spotify, dan YouTube memberi tiga jalur berbeda bagi fans dengan preferensi konsumsi musik yang berbeda: mendukung langsung, streaming praktis, atau pengalaman visual live.

Fakta Unik yang Jarang Dibahas

Beberapa detail tentang Kraken sering luput dari ringkasan profil singkat, padahal justru membentuk karakter band:

Pertama, pembentukan Kraken erat kaitannya dengan kejenuhan pekerjaan harian para personil. Musik keras mereka bukan fantasi remaja, melainkan respons terhadap tekanan dunia dewasa yang tidak punya saluran aman untuk dilampiaskan.

Kedua, audisi Hellprint 2017 yang mengubah nasib mereka awalnya dianggap iseng. Tidak ada rencana matang untuk menang; mereka hanya ingin menguji nyali. Keberhasilan tak terduga inilah yang memaksa mereka mengambil Kraken lebih serius.

Ketiga, lagu "Lawan" bukan sekadar trek populer, melainkan lagu yang paling disukai internal band dan sengaja dirancang untuk memicu reaksi fisik penonton. Statusnya sebagai jimat audisi nasional punya dasar musikal yang konkret.

Keempat, meski musik mereka ekstrem, lirik "Hari Pembalasan" menunjukkan bahwa Kraken tidak menolak tema religius. Mereka justru memadukan kritik sosial dengan konsep spiritual Islam tentang hari pembalasan, menambah lapisan makna yang jarang ditemukan di band sejenis.

Kelima, jeda lima tahun antaralbum bukan tanda stagnasi, melainkan investasi waktu untuk konsep Kaliyuga yang lebih matang. Di era streaming yang menekan band untuk rilis terus-menerus, Kraken memilih menunggu sampai materi benar-benar siap.

Homonim dan Pembeda Identitas

Nama "Kraken" dipakai oleh berbagai entitas di dunia musik global, dari band metal Eropa hingga proyek elektronik. Dalam konteks Indonesia, Kraken yang dibahas di artikel ini adalah unit extreme metal asal Bogor yang terbentuk 2016, dengan personil Borie, Dhany, Willy, Hilman, dan Fahmi, serta jejak rekaman di Hellprint Monster Tour, Circle Of Life, dan Kaliyuga.

Ciri pembeda paling mudah: periksa akun Instagram resmi @krakenofficial.band, katalog Spotify/Bandcamp yang menampilkan album berbahasa Indonesia dengan tema sosial, dan dokumentasi live di YouTube Kraken Official. Band ini bukan karakter fiksi, bukan proyek DJ, dan bukan band asing dengan nama sama. Mereka adalah bagian dari skena metal independen Indonesia yang tumbuh dari Bogor.

Rekomendasi Mendengarkan untuk Pendengar Baru

Bagi yang baru mengenal Kraken, urutan mendengarkan berikut bisa membantu memahami evolusi mereka tanpa kewalahan:

Mulai dari "Lawan" untuk merasakan groove dan breakdown yang menjadi ciri live mereka. Lanjut ke "Kambing Hitam" dan "Hari Pembalasan" dari album Circle Of Life untuk memahami variasi tema lirik. Setelah itu, dengarkan album penuh Circle Of Life sebagai fondasi, baru masuk ke single "Kalam Menikam" dan album Kaliyuga untuk mendengar evolusi sound terbaru.

Pendengar yang lebih visual bisa memulai dari video live di YouTube sebelum masuk ke Spotify. Pendengar yang ingin mendukung langsung bisa menuju Bandcamp untuk membeli rilis digital atau fisik jika tersedia.

Penutup

Kraken adalah contoh band independen Indonesia yang bertahan dengan kombinasi talenta musikal, strategi panggung agresif, dan kesabaran dalam proses rekaman. Dari iseng audisi Hellprint 2017 hingga album konseptual Kaliyuga 2026, perjalanan mereka menunjukkan bahwa skena underground Bogor mampu melahirkan unit extreme metal yang relevan di level nasional tanpa kehilangan identitas lokal.

Bagi penggemar musik keras di Indonesia, Kraken menawarkan lebih dari sekadar moshpit: mereka menawarkan narasi kemarahan kolektif yang jujur, lirik yang sarat kritik sosial, dan komitmen jangka panjang terhadap karya mandiri. Mengikuti perkembangan mereka lewat Instagram, YouTube, Spotify, dan Bandcamp adalah cara paling mudah untuk tetap terhubung dengan salah satu band paling potensial dari kota hujan.

FAQ

Siapa Kraken dan dari mana asal band ini?

Kraken adalah band extreme metal asal Bogor, Jawa Barat, yang terbentuk pada 6 Juni 2016. Band ini digagas oleh Hilman (bass) dan Dhany (gitar), lalu dilengkapi Borie (vokal), Willy (gitar), dan Fahmi (drum).

Apakah Kraken band Bogor sama dengan monster mitologi Kraken?

Tidak. Nama band diambil sebagai metafora kekuatan kolektif dari monster laut mitologi Skandinavia, tetapi Kraken yang dimaksud di sini adalah unit musik independen Indonesia dengan katalog Hellprint Monster Tour, Circle Of Life, dan Kaliyuga.

Genre musik Kraken apa?

Kraken menggabungkan elemen metalcore, deathcore, dan groove metal dengan distorsi gitar berat, drum cepat, serta vokal growl dan scream khas Borie.

Lagu Kraken mana yang paling populer untuk pendengar baru?

Lawan sering jadi pintu masuk karena groove dan breakdown-nya kuat di panggung live. Dari album Circle Of Life, Kambing Hitam dan Hari Pembalasan juga sering direkomendasikan sebelum mendengarkan album Kaliyuga.

Bagaimana cara mengikuti Kraken di media sosial resmi?

Ikuti Instagram @krakenofficial.band untuk update harian, YouTube Kraken Official untuk live dan klip, serta Spotify atau Bandcamp untuk mendengarkan rilis digital mereka.

Share This Post

We use cookies to improve your experience on our site. By continuing to browse, you agree to our use of cookies. learn more